Pages

Minggu, 19 Februari 2012

Geografi Sosial

Geografi Sosial

Geografi sosial membahas interaksi timbal balik manusia dengan lingkungannya, faktor-faktor yang mempengaruhinya dan bagaimana kehidupan dan interaksi manusia dipengaruhi oleh lingkungan alamnya dan bagaimana lingkungan alam mempengaruhi kehidupan dan interaksi manusia.

Interaksi → Interpedensi (Ketergantungan) → manusia (individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok)
Tujuan matakuliah diharapkan mahasiswa memahami konsep dasar geografi sosial, cakupan studi, pendekatan, serta perubahan dan struktur sosial dalam hubunganya dengan aspek sosial.
Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan
Bagan studi geografi
Ekonomi kependudukan, dan IPTEK dalam konteks keruangan.
Konsep-konsep Geografi
  • Algomerasi (kecenderungan pengelompokan, pola pemukiman penduduk biasanya mengikuti pusat kegiatan tertentu, bentuk lahan, jalur transportasi atau lainya, contohnya pemukiman penduduk yang mengelompok).
  • Letak
  • Jarak
  • Keterjangkauan
  • Interaksi
  • Distribusi
  • Diferensiasi
  • ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR

    ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR

    I. PENGANTAR ILMU SOSIAL DASAR DAN BUDAYA DASAR
    1.Hakikat dan ruang lingkup ilmu sosial budaya dasar
    Ilmu sosial dasar (ISD) membicarakan hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. Hubungan ini dapat diwujudkan kenyataan sosial dan kenyataan sosial inilah yang menjadi titik perhatiannya. Dengan demikian ilmu sosial dasar memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk melengkapi gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi, dan penalaran kita dalam menghadapi lingkungan sosial. Sedangkan budaya dasar sendiri adalah pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.



    Ruang lingkup ilmu sosial budaya dasar
    • Kenyataan-kenyataan sosial yang ada di masyarakat
    • Konsep-konsep sosial
    • Individu, keluarga, dan masyarakat 
    2.Ilmu sosial dasar sebagai mata kuliah berkehidupan masyarakat
    Dengan mempelajari ilmu sosial dasar untuk membantu meningkatkan kepekaan mahasiswa berkenaan dengan lingkungan alamiah di sekitarnya.

    3.Pengertian tujuan ilmu sosial dasar dan budaya dasar
    Usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi, dan penalaran dalam menghadapi lingkungan sosial dapat di tingkatkan.Ilmu budaya dasar sendiri untuk memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya.

    4.Perbedaan ISD dengan budaya dasar
    Ilmu sosial dasar mempelajari pola perilaku masyarakat sedangkan budaya dasar sendiri untuk menambah wawasan nilai-nilai budaya itu sendiri.

    5.Ilmu sosial budaya dasar sebagai alternatif pemecahan masalah sosial budaya
    Dengan mempelajari ilmu sosial budaya dasar kita juga dapat melakukan pemecahan masalah sosial budaya yang terjadi di sekitar kita, dikarenakan di dalam diri kita sudah mengenal nilai-nilai tersebut.                           

    II. PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
     
    1. Perkembangan penduduk dunia
    Populasi dunia adalah populasi manusia di planet bumi, menurut biro sensus Amerika Serikat populasi dunia telah mengalami pertumbuhan berkelanjutan sejak akhir Black Death sekitar tahun 1400. Tingkat tertinggi dunia meningkat di atas 1,8% per-tahun terlihat singkat selama tahun 1950. Kelahiran tahunan telah mengurangi hingga 140 juta sejak puncaknya pada 173 juta di akhir 1990-an, dan diharapkan untuk tetap konstan, sedangkan jumlah kematian 57 juta per-tahun dan diharapkan meningkat 90 juta per-tahun pada tahun 2050. Asia menyumbang lebih dari 60% dari populasi dunia dengan hampir 3,8 miliar orang. China dan india sama-sama memiliki sekitar 40 persen dari populasi dunia. Afrika berikut dengan 1 miliar orang, 14% dari populasi dunia, 731 juta orang Eropa membentuk 11% dari populasi dunia, Amerika Utara adalah rumah dari 514 juta (8%), Amerika Selatan 371 juta (5,3%), dan Australia untuk 21 juta (0,3%).

    Berikut tabel populasi beberapa negara




    2. Penggandaan penduduk dunia
    Waktu penggandaan adalah periode waktu yang diperlukan untuk kuantitas untuk ganda dalam ukuran atau nilai. Waktu penggandaan adalah satuan karakteristik (unit alami skala) untuk persamaan pertumbuhan eksponensial, dan bercakap-cakap untuk peluruhan eksponensial adalah setengah kehidupan. Perhatikan bagaimana, selama 2 milenium, menggandakan masing-masing mengambil kira-kira setengah selama dua kali lipat sebelumnya, pas model pertumbuhan hiperbolik di atas. Namun tidak mungkin ada penggandaan lain dalam abad ini.


    3. Pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap perkembangan sosial
    Bumi mengalami kenaikan pesat baru-baru ini dalam populasi manusia dalam dua abad terakhir, telah menyuarakan keprihatinan bahwa manusia mengalami overpopulate bumi. Konsesus ilmiah adalah bahwa ekspansi populasi saat ini dan atas peningkatan penggunaan sumber daya terkait dengan ancaman ekosistem, dan akan menyebabkan masalah lingkungan seperti meningkatnya kadar karbon dioksida atmosfer, pemanasan global, dan polusi yang di perburuk oleh ekspansi populasi.

    4. Hubungan antara masalah penduduk dengan perkembangan kebudayaan
    Penduduk, masyarakat dan kebudayaan mempunyai hubungan yang erat antara satu sama lainnya.
    Dimana penduduk adalah sekumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. Sedangkan masyarakat merupakan sekumpulan penduduk yang saling berinteraksi dalam suatu wilayah tertentu dan terikat oleh peraturan – peraturan yang berlaku di dalam wilayah tersebut. Masyarakat tersebutlah yang menciptakan dan melestarikan kebudayaan; baik yang mereka dapat dari nenek moyang mereka ataupun kebudayaan baru yang tumbuh seiring dengan berjalannya waktu. Oleh karena itu penduduk, masyarakat dan kebudayaan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan. Kebudayaan sendiri berarti hasil karya manusia untuk melangsungkan ataupun melengkapi kebutuhan hidupnya yang kemudian menjadi sesuatu yang melekat dan menjadi ciri khas dari pada manusia ( masyarakat ) tersebut.
    Masyarakat dan kebudayaan terus berkembang dari masa ke masa. Pada zaman dahulu, manusia hidup berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya, masyarakat yang hidup dalam keadaan yang seperti ini di sebut dengan masyarakat nomaden. Mereka berpindah ke tempat lain jika bahan makanan yang ada di derah mereka telah habis. Namun, seiring dengan waktu mereka mulai belajar untuk melestarikan daerah di mana mereka tinggal. Mereka mulai bercocok tanam dan berternak untuk melangsungkan kehidupan mereka. Hingga saat ini kegiatan bercocok tanam ( bertani ) menjadi ciri khusus masyarakat Indonesia dan dengan demi kian Indonesia di sebut dengan negara agraris, karena sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani hingga mereka dapat memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.


    III. INDIVIDU KELUARGA DAN MASYARAKAT

    1. Pertumbuhan individu
    - Pengertian individu, berasal dari kata latin "Individiuum" artinya "yang tak terbagi". Jadi, merupakan suatu sebutan yang dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Dalam ilmu sosial paham individu menyangkut tabiatnya dengan kehidupan jiwanya yang majemuk. Jadi individu itu sendiri adalah adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga memiliki kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya.
    - Pengertian pertumbuhan
    Pertumbuhan adalah suatu perubahan yang menuju ke arah yang lebih maju dan dewasa, pertumbuhan ini biasanya disebut dengan istilah proses. Menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat, bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi. Pada proses asosiasi yang primer adalah bagian-bagian yang lebih dahulu sedangkan keseluruhan ada pada kemudian. Dapat dirumuskan suatu proses asosiasi adalah perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh baik dari pengalaman atau empiris luar melalui panca indera yang menimbulkan sensations maupun pengalaman dalam keadaan batin sendiri yang menimbulkan reflexionis.
    - Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
    > Keturunan
    > Kesehatan
    > Makanan dan kebiasaan makanan
    > Good health
    > Penyakit

    2. Fungsi keluarga
    - Pengertian fungsi keluarga adalah , menggambarkan seperangkat perilaku interpersonal, sifat, kegiatan, yang berhubungan dengan individu dalam posisi dan situasi tertentu.
    - Macam-macam fungsi keluarga :
    > Fungsi pendidikan
    > Fungsi sosialisasi anak
    > Fungsi perlindungan 
    > Fungsi perasaan
    > Fungsi religius
    > Fungsi ekonomis
    > Fungsi rekreatif
    > Fungsi biologis
    > Memberikan kasih sayang
    - Individu keluarga dan masyarakat
    Peraturan keluarga, Peraturan yang dibuat oleh individu-individu dalam keluarga yang sudah di musyarawarahkan bersama.
    Golongan Masyarakat : 
    Terdapat dua golongan masyarakat yaitu masyarakat desa dan kota.
    Perbedaan antara masyarakat industri dengan non industri :
    Kita telah tahu secara garis besar bahwa , kelompok nasional atau organisasi kemasyarakatan non industri dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu kelompok primer (primary group) dan kelompok sekunder (secondary group). 

    Kelompok primer

    Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Di karenakan para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, sehingga mereka mengenal lebih dekat, lebih akrab.

    dalam kelompok-kelompok primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok menerima serta menjalankan tugas tidak secara paksa, lebih dititik beratkan pada kesadaran, tanggung jawabpara anggota dan berlangsung atas dasar rasasimpati dan secara sukarela.
    Contoh-contoh kelompok primer, antara lain :keluarga, rukun tetangga, kelompok belajar,kelompok agama, dan lain sebagainya.

    (b) Kelompok sekunder

    Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak Iangsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh karen yaitu, sifat interaksi, pembagian kerja, pembagian kerja antaranggota kelompok di atur atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional, obyektif.
    Para anggota menerima pembagian kerja/pembagian tugas atas dasar kemampuan; keahlian tertentu, di samping dituntut dedikasi. Hal-hal semacam itu diperlukan untuk mencapai target dan tujuan tertentu yang telah di flot dalam program-program yang telah sama-sama disepakati. Contoh-contoh kelompok sekunder, misalnya : partai politik, perhimpunan serikat kerja/serikat buruh, organisasi profesi dan sebagainya. Berlatar belakang dari pengertian resmi dan tak resmi, maka tumbuh dan berkembang kelompok formal (formal group) atau lebih akrab dengan sebutan kelompok resmi, dan kelompok tidak resmi (informal group). Inti perbedaan yang terjadi adalah : Kelompok tidak resmi (informal group) tidak berstatus resmi dan tidak didukung oleh Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah tangga (ART) seperti yang lazim berlaku pada kelompok resmi.

    Namun demikian, kelompok tidak resmi juga mempunyai pembagian kerja, peranan-peranan serta hirarki tertentu, norma-norma tertentu sebagai pedoman tingkah laku para anggota beserta konvensi-konvensinya. Tetapi hal ini tidak dirumuskan secara tegas dan tertulis seperti pada kelompok resmi (W.A. Gerungan, 1980 : 91).

    Contoh : Semua kelompok sosial, perkumpulan-perkumpulan, atau organisasi-organisasi kemasyarakatan yang memiliki anggota kelompok tidak resmi

    Masyarakat industri
    Durkheim mempergunakan variasi pembangian kerja sebagai dasar untuk mengklasifikasikan masyarakat, sesuai dengan taraf perkembangannya. Akan tetapi is lebih cenderung mempergunakan dua taraf klasifikasi, yaitu yang sederhana dan yang kompleks. Masyarakat-masyarakat yang berada di tengah kedua eksterm tadi diabaikannya (Soerjono Soekanto, 1982 : 190).
    Jika pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakintinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah men2enal pengkhususan.Otonomi sejenis, juga menjadi ciri daribagian/ kelompok-kelompok masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.

    Contoh-contoh : tukang roti, tukang sepatu,tukang bubut, tukang las, ahli mesin, ahli listrik dan ahli dinamo, mereka dapat bekerja secara mandiri. Dengan timbulnya spesialisasi fungsional, makin berkurang pula ide-ide kolektif untuk diekspresikan dan dikerjakan bersama. Dengan demikian semakin kompleks pembagian kerja, semakin banyak timbul kepribadian individu. Sudah barang tentu masyarakat sebagai keseluruhan memerlukan derajat integrasi yang serasi. Akan tetapi hanya akan sampai pada batas tertentu, sesuai dengan bertambahnya individualisme.


    3. Hubungan antara individu keluarga dan masyarakat
    - Makna individu, makhluk yang tidak dapat di bagi dua dan tidak dapat di pisah-pisahkan antara jiwa dan raga.
    - Makna masyarakat, jaringan penghubung antara berbagai individu. Masyarakat digunakan untuk menggambarkan rakyat sebuah negara.
    - Hubungan antara individu, keluarga dan masyarakat, adalah aspek sosial yang tidak dapat dipisahkan, keempatnya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Tidak akan pernah ada masyarakat dan keluarga bila tidak ada individu, sementara di pihak lain individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media dimana individu untuk mengekspresikan aspek sosialnya.
    4. Urbanisasi
    Pengertian urbanisasi, merupakan suatu proses perubahan dari desa ke kota yang meliputi wilayah / daerah beserta masyarakat di dalamnya dan dipengaruhi oleh aspek-aspek fisi, sosial, ekonomi, budaya, dan psikologi masyarakat.
    Proses terjadinya : 
    - Faktor pendorong, kota mempunyai daya tarik, keadaan di pihak lain tingkat hidup di desa umumnya mempercepat proses urbanisasi tersebut, hal ini menjadi faktor pendorong timbulnya urbanisasi faktor pendorong yang di maksud adalah :
    > keadaan desa yang pada umumnya mempunyai kehidupan yang statis
    > keadaan kemiskinan desa yang seakan-akan abadi 
    > lapangan kerja yang hampir tidak ada
    > pendapatan yang rendah
    > keamanan yang kurang
    > adat istiadat yang ketat
    > kurang fasilitas pendidikan




    sumber:http://hanggerh20.blogspot.com/2010/10/tugas-ilmu-sosial-budaya-dasar.html

     













     


     

    Demografi

    Demografi


    Kata Demografi berasal dari bahasa Yunani yang berarti ’Demos’ adalah rakyat atau penduduk dan ’Grafein’ adalah menulis. Jadi Demografi adalah tulisan atau karangan mengenai penduduk. Istilah ini pertama kali dipakai untuk pertama kalinya oleh Achille Guilard dalam karangannya yang berjudul ’Elements de Statistique Humaine on Demographic Compares’ pada tahun 1885.

    Beberapa ahli mencoba mendefinisikan demografi sebagai berikut:

    ·         Demografi adalah Ilmu yang mempelajari secara statistik dan matematik tentangg besar, komposisi dan distribusi penduduk dan perubahan-perubahannya sepanjang masa, melalui bekerjanya 5 komponen demografi yaitu: kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), perkawinan, migrasi dan mobilitas sosial. (Donald J Boque)

    ·         Demografi mempelajari tentang jumlah, persebaran teritorial dan komposisi penduduk serta perubahan perubahannya dan sebab-sebab perubahan tersebut.
    (Philip M. Houser & Dudley Duncan).

    Jadi dapat disimpulkan,.Demografi adalah Ilmu yang mempelajari persoalan dan keadaan perubahan penduduk, atau dengan kata lain segala hal ihwal yang berhubungan dengan komponen komponen perubahan tersebut seperti: Kelahiran, kematian, migrasi, sehingga menghasilkan suatu keadaan dan komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin tertentu.

    Demografi mempelajari struktur dan proses penduduk di suatu wilayah. Stuktur penduduk meliputi jumlah, persebaran dan komposisi penduduk. Stuktur ini berubah-ubah, yang disebabkan oleh proses demografi yaitu kelahiran, kematian dan migrasi. Ketiga faktor ini disebut dengan komponen pertumbuhan penduduk

    Selain ketiga faktor tersebut struktur penduduk ditentukan juga oleh faktor yang lain misal perkawinan, dan perceraian. Perubahan stuktur yaitu perubahan dalam jumlah maupun komposisi akan memberikan pengaruh sosial, ekonomi dan politis terhadap penduduk yang tinggal di suatu wilayah.

    Untuk mendapatkan data jumlah penduduk suatu negara atau daerah dibuat sistem pengumpulan data penduduk yang dikenal sebagai Sensus Penduduk atau Cacah Jiwa, yang digunakan untuk struktur penduduk dan dilaksanakan pada waktu tertentu. Registrasi Penduduk digunakan untuk data penduduk yang dinamis dan dilaksanakan setiap saat dan Survei Penduduk digunakan untuk data khusus mengenai karakteristik penduduk dan dilaksanakan oleh instansi tertentu.  

    Para ahli kependudukan memperkirakan penduduk dunia sekitar 250 juta pada saat lahirnya Nabi Isa. Sedangkan kapan manusia mendiami bumi ini, diperkirakan sejak 2 juta tahun yang lalu. Penduduk dunia berkembang secara lambat sampai pertengahan abad ke-17.

    Pada sekitar tahun 1665 penduduk dunia kemudian menjadi 2 kali lipat dalam jangka waktu 200 tahun yaitu pada tahun 1850. Dalam jangka waktu 80 tahun kemudian penduduk dunia menjadi 2 kali lipat lagi, yaitu pada tahuun 1930. Sedangkan untuk mencapai 4 milyar kemudian, hanya diperlukan waktu 45 tahun.

    Pertumbuhan penduduk yang makin cepat ini dapat dimengerti apabila kita melihat adanya penemuan Penicilin pada tahun 1930 dan program kesehatan masyarakat yang makin meningkat, sejak tahun 1960-an.
    Dengan perkembangan teknologi obat-obatan maka angka kematian menurun sedangkan angka kelahiran masih tetap tinggi, sehingga membuat selisih antara kedua angka tersebut semakin besar. Dengan kata lain pertumbuhan penduduk makin cepat.

    Ruang lingkup

    John Graunt, bapak demografi, dalam bukunya , “natural and political observations …. Made Upon the bill of mortality”, menemukan batasan-batasan umum tentang: kematian (mortality), kelahiran (fertility), migrasi, dan perkawinan dalam hubungan dengan proses penduduk, sehingga mencetuskan hukum-hukum tetang pertumbuhan penduduk.

    Tahun 1937, ada kongres masalah kependudukan di Paris yang membuktikan secara matematik adanya hubungan antar unsur demografi seperti: kelahiran, kematian, jenis kelami, dan umur, yang disebut Pure Demografi, untuk cabang Ilmu demografi yang sifatnya analitik-matematik. Pure demografi-menghasilkan tehnik menghitung data kependudukan, sehingga diperoleh perkiraan penduduk di masa yang akan datang dan masa lampau.

    Mengapa proses tersebut terjadi?

    Perlu social Demography / kependudukan sebagai penghubung antara penduduk dengan sistem sosial. Jadi determinant  dan konsekuensi dari pertambahan penduduk harus dianalisa, sehingga mengerti tentang dinamika penduduk. Jadi yang dibahas dalam demografi adalah: Pure demografi dan kependudukan.

    Data demografi, pengukuran, tehnik dan model serta analisa determinant  dan konsekuensi dari pertambahan penduduk tidak terlepas dari variabel non demografi (Ekonomi, sosiologi, geografi, psikolog, politik dan sebagainya). Jadi merupakan “interdiciplinary science”.

    Tujuan

    Ketiga komponen demografi / variabel demografi, bermacam-macam karakteristik penduduk, dan gejala-gejala yang saling berhubungan dalam masyarakat tersebut dipakai oleh para ahli demografi untuk empat tujuan pokok :
    • mempelajari kuantitas dan distribusi penduduk dalam suatu daerah tertentu.
    • menjelaskan pertumbuhan masa lampau, penurunannya dan persebarannya dengan sebaik-baiknya dan dengan data yang tersedia.
    • mengembangkan hubungan sebab akibat antara perkembangan penduduk dengan bermacam-macam aspek organisasi sosial.
    • mencoba meramalkan pertumbuhan penduduk dimasa akan datang dan kemungkinan-kemungkinan konsekuensinya.
    Pengetahuan kependudukan berguna 
    • Untuk pemerintah dan swasta dalam merencanakan pendidikan, perpajakan, kemiliteran, kesejahteraan, sosial, perumahan, pertanian, rumah sakit, pertokoan, pusat rehabilitasi.
    • Untuk mengetahui berkembangnya perekonomian suatu negara ( pertumbuhan lapangan kerja, prosentase penduduk yang ada di sektor pertanian, industri dan jasa. 
    • Untuk melihat peningkatan standar kehidupan : tingkat harapan hidup rata rata penduduk.
    Dinamika kependudukan

    Pertumbuhan penduduk menyebabkan perubahan jumlah penduduk. Dan hal ini juga berpengaruh pada jumlah penduduk dunia dan susunannya.

    Pertumbuhan penduduk dipengaruhi :
    • Kelahiran (fertilitas) (bayi lahir +)(bayi Meninggal -)
    • Kematian (mortalitas) 
    • Inmigration (imigrasi = pendatang) 
    • Out migration (Emigration = keluar)
    Selisih antara kelahiran dan kematian disebut nature increase/ reprodutif change.

    Selisih antara inmigration dan out migration disebut net Migration..

    Jadi pertumbuhan penduduk dipengaruhi oleh reproduktive change dan net migration.
    Secara demografi, penduduk dikelompokkan berdasarkan karakteristik penduduk. Pengelompokan penduduk bermanfaat antara lain untuk:
    • Mengetahui human resources yang ada, menurut umur dan jenis. 
    • Mengambil suatu kebijakan yang berhubungan dengan penduduk.
    • Membandingkan keadaan satu penduduk dengan penduduk lain. 
    • Melalui gambaran piramid penduduk dapat diketahui proses demografi yang telah terjadi pada penduduk.


    Rabu, 01 Februari 2012

    Wawasan Geografi

    Wawasan Geografi

    Posted: April 27, 2011 in Materi Kuliah
    0
    14 Negara Pulau Terancam Hilang

    Tanpa upaya mereduksi emisi gas-gas rumah kaca – terutama karbon dioksida – ke atmosfer, dalam jangka panjang bukan hanya pola iklim dan siklus hidup berubah. Hilangnya ribuan pulau, termasuk 14 negara pulau di muka bumi ini, akan mengubah peta dunia.
    Bencana ini disebabkan naiknya permukaan laut karena mencairnya es di kutub. Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi dalam pidato kunci pada Pertemuan Ke-25 Dewan Pengarah (Governing Council) Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) di Nairobi, Kenya, Senin (16/2), mengingatkan kembali dampak global dari perubahan iklim.
    Pencemaran gas-gas rumah kaca telah berdampak nyata pada naiknya suhu muka laut, mencairnya es di kutub, naiknya tinggi muka laut, tenggelamnya pulau-pulau, serta hancurnya terumbu karang akibat pengasaman dan melemahnya ketahanan pangan dari laut.
    Karena itu, dalam pertemuan yang dihadiri delegasi dari 136 negara itu, Freddy mengajak UNEP mengangkat isu laut dan perubahan iklim serta mengundang dunia untuk bersama-sama hadir di World Ocean Conference (WOC) 2009 di Manado untuk menyepakati Manado Ocean Declaration (MOD).
    Dalam pertemuan yang akan berlangsung hingga Jumat, delegasi RI dipimpin oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, beranggotakan Gubernur Sulut sebagai Wakil Ketua Panitia WOC Sinyo H Sarundajang, Sesmenko Kesra/Sekretaris WOC Indroyono Soesilo, Dubes RI di Kenya Budi Bowoleksono, Deputi II Menneg LH Masnellyarti Hilman, Dirjen Multilateral Deplu Rezlan Jenie, dan Kepala BRKP-DKP Gelwyn Yusuf.
    Target delegasi Indonesia adalah melaporkan persiapan WOC, Coral Triangle Initiative Summit, dan draf MOD.
    Tampil menyampaikan pidato kunci lainnya, yaitu Menteri Pertanian Belanda Gerda Verburg dan Inspektur United Nations System Tadanori Inamata.
    Pulau tenggelam
    Indroyono Soesilo menambahkan, di antara peserta pertemuan hadir delegasi dari Small Islands Development State (SIDS) yang menyatakan kesediaannya untuk hadir dalam WOC 2009. Mereka akan mendukung MOD sebagai upaya untuk mitigasi dan adaptasi menghadapi perubahan iklim.
    Diperkirakan dari 44 anggota SIDS, 14 negara kecil di antaranya terancam hilang akibat naiknya permukaan laut, antara lain beberapa negara pulau di Samudra Pasifik, yaitu Sychelles, Tuvalu, Kiribati, dan Palau, serta Maladewa di Samudra Hindia.
    Akibat pemanasan global, minimal 18 pulau di muka bumi ini telah tenggelam, antara lain tujuh pulau di Manus, sebuah provinsi di Papua Niugini. Kiribati, negara pulau yang berpenduduk 107.800 orang, sekitar 30 pulaunya saat ini sedang tenggelam, sedangkan tiga pulau karangnya telah tenggelam.
    Maladewa yang berpenduduk 369.000 jiwa, presidennya telah menyatakan akan merelokasikan seluruh negeri itu. Sementara itu, Vanuatu yang didiami 212.000 penduduk, sebagian telah diungsikan dan desa-desa di pesisir direlokasikan
    Karena ancaman nyata itu, delegasi dari negara kepulauan tersebut serta Aljazair dan Tanzania sangat mendukung WOC dan akan hadir di Manado, mengingat negara tersebut terancam hilang dari muka bumi ini akibat perubahan iklim.
    Indonesia sendiri berpotensi kehilangan 2.000-an pulau pada tahun 2030 bila tidak ada program mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, ujar Indroyono, yang juga mantan Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan DKP.
    Ekonomi hijau
    Dalam pertemuan itu UNEP mengusung tema ”Green is the New Deal”. Meski dunia tengah didera krisis finansial, krisis lingkungan akibat perubahan iklim tetap lebih parah dampaknya. Karena itu, UNEP memperkenalkan green economy, termasuk ketahanan pangan, biofuel, dan berupaya terus mengangkat isu kelautan ke dalam program UNEP, kata Indroyono.
    Direktur Eksekutif UNEP Ahiem Steiner dalam sambutannya juga menyatakan mendukung WOC dan memberikan komitmennya akan membawa hasil-hasil WOC dan MOD pada COP-15 UNFCCC yang akan diadakan di Kopenhagen, Desember 2009.
    BATUBARA SEBAGAI SEDIMEN ORGANIK
    Batubara merupakan sedimen organik, lebih tepatnya merupakan batuan organik, terdiri dari kandungan bermacam-macam pseudomineral. Batubara terbentuk dari sisa tumbuhan yang membusuk dan terkumpul dalam suatu daerah dengan kondisi banyak air, biasa disebut rawa-rawa. Kondisi tersebut yang menghambat penguraian menyeluruh dari sisa-sisa tumbuhan yang kemudian mengalami proses perubahan menjadi batubara.
    Selain tumbuhan yang ditemukan bermacam-macam, tingkat kematangan juga bervariasi, karena dipengaruhi oleh kondisi-kondisi lokal. Kondisi lokal ini biasanya kandungan oksigen, tingkat keasaman, dan kehadiran mikroba. Pada umumnya sisa-sisa tanaman tersebut dapat berupa pepohonan, ganggang, lumut, bunga, serta tumbuhan yang biasa hidup di rawa-rawa. Ditemukannya jenis flora yang terdapat pada sebuah lapisan batubara tergantung pada kondisi iklim setempat. Dalam suatu cebakan yang sama, sifat-sifat analitik yang ditemukan dapat berbeda, selain karena tumbuhan asalnya yang mungkin berbeda, juga karena banyaknya reaksi kimia yang mempengaruhi kematangan suatu batubara.
    Secara umum, setelah sisa tanaman tersebut terkumpul dalam suatu kondisi tertentu yang mendukung (banyak air), pembentukan dari peat (gambut) umumnya terjadi. Dalam hal ini peat tidak dimasukkan sebagai golongan batubara, namun terbentuknya peat merupakan tahap awal dari terbentuknya batubara.
    Proses pembentukan batubara sendiri secara singkat dapat didefinisikan sebagai suatu perubahan dari sisa-sisa tumbuhan yang ada, mulai dari pembentukan peat (peatifikasi) kemudian lignit dan menjadi berbagai macam tingkat batubara, disebut juga sebagai proses coalifikasi, yang kemudian berubah menjadi antrasit. Pembentukan batubara ini sangat menentukan kualitas batubara, dimana proses yang berlangsung selain melibatkan metamorfosis dari sisa tumbuhan, juga tergantung pada keadaan pada waktu geologi tersebut dan kondisi lokal seperti iklim dan tekanan. Jadi pembentukan batubara berlangsung dengan penimbunan akumulasi dari sisa tumbuhan yang mengakibatkan perubahan seperti pengayaan unsur karbon, alterasi, pengurangan kandungan air, dalam tahap awal pengaruh dari mikroorganisme juga memegang peranan yang sangat penting.
    PENYUSUN BATUBARA
    Konsep bahwa batubara berasal dari sisa tumbuhan diperkuat dengan ditemukannya cetakan tumbuhan di dalam lapisan batubara. Dalam penyusunannya batubara diperkaya dengan berbagai macam polimer organik yang berasal dari antara lain karbohidrat, lignin, dll. Namun komposisi dari polimer-polimer ini bervariasi tergantung pada spesies dari tumbuhan penyusunnya.
    Lignin
    Lignin merupakan suatu unsur yang memegang peranan penting dalam merubah susunan sisa tumbuhan menjadi batubara. Sementara ini susunan molekul umum dari lignin belum diketahui dengan pasti, namun susunannya dapat diketahui dari lignin yang terdapat pada berbagai macam jenis tanaman. Sebagai contoh lignin yang terdapat pada rumput mempunyai susunan p-koumaril alkohol yang kompleks. Pada umumnya lignin merupakan polimer dari satu atau beberapa jenis alkohol.
    Hingga saat ini, sangat sedikit bukti kuat yang mendukung teori bahwa lignin merupakan unsur organik utama yang menyusun batubara.
    Karbohidrat
    Gula atau monosakarida merupakan alkohol polihirik yang mengandung antara lima sampai delapan atom karbon. Pada umumnya gula muncul sebagai kombinasi antara gugus karbonil dengan hidroksil yang membentuk siklus hemiketal. Bentuk lainnya mucul sebagai disakarida, trisakarida, ataupun polisakarida. Jenis polisakarida inilah yang umumnya menyusun batubara, karena dalam tumbuhan jenis inilah yang paling banyak mengandung polisakarida (khususnya selulosa) yang kemudian terurai dan membentuk batubara.
    Protein
    Protein merupakan bahan organik yang mengandung nitrogen yang selalu hadir sebagai protoplasma dalam sel mahluk hidup. Struktur dari protein pada umumnya adalah rantai asam amino yang dihubungkan oleh rantai amida. Protein pada tumbuhan umunya muncul sebagai steroid, lilin.
    Material Organik Lain
    Resin, merupakan material yang muncul apabila tumbuhan mengalami luka pada batangnya.
    Tanin, umumnya banyak ditemukan pada tumbuhan, khususnya pada bagian batangnya.
    Alkaloida, merupakan komponen organik penting terakhir yang menyusun batubara. Alkaloida sendiri terdiri dari molekul nitrogen dasar yang muncul dalam bentuk rantai.
    Porphirin, merupakan komponen nitrogen yang berdasar atas sistem pyrrole. Porphirin biasanya terdiri atas suatu struktur siklik yang terdiri atas empat cincin pyrolle yang tergabung dengan jembatan methin. Kandungan unsur porphirin dalam batubara ini telah diajukan sebagai marker yang sangat penting untuk mendeterminasi perkembangan dari proses coalifikasi.
    Hidrokarbon
    Unsur ini terdiri atas bisiklik alkali, hidrokarbon terpentin, dan pigmen kartenoid. Sebagai tambahan, munculnya turunan picene yang mirip dengan sistem aromatik polinuklir dalam ekstrak batubara dijadikan tanda inklusi material sterane-type dalam pembentukan batubara. Ini menandakan bahwa struktur rangka tetap utuh selama proses pematangan, dan tidak adanya perubahan serta penambahan struktur rangka yang baru.
    Konstituen Tumbuhan yang Inorganik (Mineral)
    Selain material organik yang telah dibahas diatas, juga ditemukan adanya material inorganik yang menyusun batubara. Secara umum mineral ini dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu unsur mineral inheren dan unsur mineral eksternal. Unsur mineral inheren adalah material inorganik yang berasal dari tumbuhan yang menyusun bahan organik yang terdapat dalam lapisan batubara. Sedangkan unsur mineral eksternal merupakan unsur yang dibawa dari luar kedalam lapisan batubara, pada umumya jenis inilah yang menyusun bagian inorganik dalam sebuah lapisan batubara.
    PROSES PEMBENTUKAN BATUBARA
    Pembentukan batubara pada umumnya dijelaskan dengan asumsi bahwa material tanaman terkumpul dalam suatu periode waktu yang lama, mengalami peluruhan sebagian kemudian hasilnya teralterasi oleh berbagai macam proses kimia dan fisika. Selain itu juga, dinyatakan bahwa proses pembentukan batubara harus ditandai dengan terbentuknya peat.
    Pembentukan Lapisan Source
    Teori Rawa Peat (Gambut) – Autocthon
    Teori ini menjelaskan bahwa pembentukan batubara berasal dari akumulasi sisa-sisa tanaman yang kemudian tertutup oleh sedimen diatasnya dalam suatu area yang sama. Dan dalam pembentukannya harus mempunyai waktu geologi yang cukup, yang kemudian teralterasi menjadi tahapan batubara yang dimulai dengan terbentuknya peat yang kemudian berlanjut dengan berbagai macam kualitas antrasit. Kelemahan dari teori ini adalah tidak mengakomodasi adanya transportasi yang bisa menyebabkan banyaknya kandungan mineral dalam batubara.
    Teori Transportasi – Allotocton
    Teori ini mengungkapkan bahwa pembentukan batubara bukan berasal dari degradasi/peluruhan sisa-sisa tanaman yang insitu dalam sebuah lingkungan rawa peat, melainkan akumulasi dari transportasi material yang terkumpul didalam lingkungan aqueous seperti danau, laut, delta, hutan bakau. Teori ini menjelaskan bahwa terjadi proses yang berbeda untuk setiap jenis batubara yang berbeda pula.
    Proses Geokimia dan Metamorfosis
    Setelah terbentuknya lapisan source, maka berlangsunglah berbagai macam proses. Proses pertama adalah diagenesis, berlangsung pada kondisi temperatur dan tekanan yang normal dan juga melibatkan proses biokimia. Hasilnya adalah proses pembentukan batubara akan terjadi, dan bahkan akan terbentuk dalam lapisan itu sendiri. Hasil dari proses awal ini adalah peat, atau material lignit yang lunak. Dalam tahap ini proses biokimia mendominasi, yang mengakibatkan kurangnya kandungan oksigen. Setelah tahap biokimia ini selesai maka berikutnya prosesnya didominasi oleh proses fisik dan kimia yang ditentukan oleh kondisi temperatur dan tekanan. Temperatur dan tekanan berperan penting karena kenaikan temperatur akan mempercepat proses reaksi, dan tekanan memungkinkan reaksi terjadi dan menghasilkan unsur-unsur gas. Proses metamorfisme (temperatur dan tekanan) ini terjadi karena penimbunan material pada suatu kedalaman tertentu atau karena pergerakan bumi secara terus-menerus didalam waktu dalam skala waktu geologi.
    HETEROATOM DALAM BATUBARA
    Heteroatom dalam batubara bisa berasal dari dalam (sisa-sisa tumbuhan) dan berasal dari luar yang masuk selama terjadinya proses pematangan.
    Nitrogen pada batubara pada umumnya ditemukan dengan kisaran 0,5 – 1,5 % w/w yang kemungkinan berasal dari cairan yang terbentuk selama proses pembentukan batubara.
    Oksigen pada batubara dengan kandungan 20 – 30 % w/w terdapat pada lignit atau 1,5 – 2,5 % w/w untuk antrasit, berasal dari bermacam-macam material penyusun tumbuhan yang terakumulasi ataupun berasal dari inklusi oksigen yang terjadi pada saat kontak lapisan source dengan oksigen di udara terbuka atau air pada saat terjadinya sedimentasi.
    Variasi kandungan sulfur pada batubara berkisar antara 0,5 – 5 % w/w yang muncul dalam bentuk sulfur organik dan sulfur inorganik yang umumnya muncul dalam bentuk pirit. Sumber sulfur dalam batubara berasal dari berbagai sumber. Pada batubara dengan kandungan sulfur rendah, sulfurnya berasal material tumbuhan penyusun batubara. Sedangkan untuk batubara dengan kandungan sulfur menengah-tinggi, sulfurnya berasal dari air laut.